Peningkatan Keterampilan Pembuatan dan Pemasaran Produk Hantaran Pengantin melalui Pemanfaatan Media Digital pada Komunitas Dasa Wisma Bougenville di Desa Kepuh, Nguter, Sukoharjo
(1) Universitas Dharma AUB Surakarta
(2) Universitas Dharma AUB Surakarta
(3) Universitas Dharma AUB Surakarta
(4) Universitas Dharma AUB Surakarta
(5) Universitas Dharma AUB Surakarta
(*) Corresponding Author
Abstract
Anggota Dasa Wisma Bougenville 1 di Desa Kepuh, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga memiliki potensi untuk mengembangkan usaha rumahan sebagai sumber pendapatan tambahan keluarga. Namun, keterbatasan keterampilan produksi, akses modal, dan kemampuan pemasaran menjadi kendala dalam mengoptimalkan potensi tersebut. Sebagian peserta telah memiliki pengalaman membuat hantaran sederhana, sedangkan sebagian lainnya belum memiliki pengalaman dalam pembuatan produk tersebut. Peserta juga masih menghadapi keterbatasan dalam teknik pembuatan, pemilihan bahan yang ekonomis, penentuan harga, pengelolaan pesanan, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana pemasaran. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan anggota Dasa Wisma Bougenville 1 dalam membuat dan memasarkan produk hantaran pengantin dengan memanfaatkan media digital. Kegiatan pemberdayaan masyarakat dilaksanakan pada 9 November 2025 di Gedung Pertemuan Serba Guna, Kedungsari RT 04/01, Desa Kepuh, Nguter, Sukoharjo, dengan melibatkan 20 peserta. Metode pelaksanaan menggunakan seminar dan pelatihan berbasis workshop serta praktik berdasarkan pesanan nyata. Materi pelatihan meliputi pengenalan produk hantaran, teknik desain dan finishing, pengelolaan pesanan, penentuan harga, dokumentasi produk, serta pemasaran digital melalui WhatsApp, Facebook, dan Instagram. Pada tahap praktik, peserta secara langsung membuat produk hantaran, melakukan pemeriksaan kualitas, mendokumentasikan hasil, dan mempublikasikannya melalui media digital sebagai bagian dari strategi pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan peserta yang ditunjukkan dengan kemampuan seluruh peserta menyelesaikan minimal satu unit produk hantaran dengan memperhatikan aspek kerapian, ketahanan, dan kesesuaian tema. Peserta juga mampu melakukan pemeriksaan kualitas, mendokumentasikan hasil produk, serta mempublikasikan hasil produk melalui media digital dengan minimal tiga foto produk disertai caption informatif dan harga. Publikasi tersebut memperoleh respons berupa pertanyaan harga, permintaan tema, dan permintaan penawaran dari calon pelanggan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kombinasi seminar dan pelatihan berbasis praktik dapat meningkatkan keterampilan produksi dan kemampuan pemasaran digital peserta serta membuka peluang pengembangan usaha rumahan sebagai sumber pendapatan tambahan keluarga.
Keywords
Pemberdayaan masyarakat; Pelatihan; Produk hantaran; Pemasaran digital
Full Text:
PDFDOI: https://doi.org/10.36587/wasananyata.v10i1.2248
Article Metrics
Refbacks
- There are currently no refbacks.
| Wasana Nyata © Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat |


